Kisah

AKU BESAR DI MASA ORDE BARU

Kedekatan Soeharto dengan Masyarakat

Saya sengaja menulis ini untuk meluruskan sejarah bagi generasi muda yg lahir setelah orde baru atau di akhir orde baru.

Prihatin dengan banyaknya Bulian terhadap Bapak Prabowo Subianto yang mengatakan jika Prabowo menang maka orde baru akan kembali mencengkeram Indonesia! Baiklah sebagai rakyat biasa yg di besarkan di masa orde baru saya ingin memberikan penjelasan bagaimana hidup di masa orde baru!

Apa yang di sebar luaskan pada masa kampanye ini sungguh benar-benar sesuatu yg jauh dari kejujuran dan kebenaran! Bagi saya masa orba adalah masa terbaik dari seluruh pemerintahan yang ada di Indonésia!

Saya bicara sebagai orang awam yg tidak berpihak kepada siapapun! Saya hanya ingin berpihak kepada kebenaran dan kejujuran! Karena itulah perintah Allah SWT.

Tidak pernah bisa saya lupakan ketika saya kecil bersekolah di TK Desa yang berada di kaki Gunung Kelud. Setiap hari sabtu selalu ada pembagian kacang hijau gratis dan susu bubuk seukuran 0.5 kg yang boleh kami bawa pulang. Ketika ada Lomba Guru TK saya, ibu Win, selalu membonceng saya dengan sepeda onthelnya ke Kecamatan untuk mengantar saya. Jika saya menang maka saya membawa pulang hadiah kotak makan, bola bekel, Atau buku, Pèncil dan Kotak Pencil yang pada zaman itu masih merupakan barang mewah bagi kami orang Desa.

Ketika menginjak Sekolah Dasar Kami Hanya cukup mendaftar dengan uang yang sangat kecil nilainya. SPP Gratis dan Buku-buku di bagikan untuk di pinjam selama setahun sesuai tingkatan kelas. Orang tua cukup membeli buku tulis dan pensil saja sebanyak 5 buku karena hanya ada pelajaran Agama, PMP, Bahasa Indonesia dan Matematika. Kemudian kelas 3 baru ada pelajaran IPA dan Ilmu Sosial.

Bagi orangtua kami para petani mendapatkan bantuan pupuk Bibit Padi dan Jagung gratis di Balai Desa. Pernah suatu ketika ada masa dimana Panen gagal karena hama wereng dan tikus dan kami terpaksa harus makan gaplek yaitu singkong yang di keringkan yang kemudian di olah menjadi tiwul sebagai pengganti beras. Semua itu terjadi karena memang tidak ada beras yang bisa dimakan bukan karena kami miskin. Dengan sigap Pak Harto kembali menggelontorkan bibit padi dan pupuk gratis supaya Petani bangkit lagi untuk menanam padi. Dan Anak-anak sekolah tetap menerima bantuan makanan sehat!

Ketika menginjak SMP Orang Tua saya mendapat sumbangan Sapi Powan betina 2 ekor. Sumbangan itu disesuaikan dengan letak geografis karena desa kami terletak di kaki gunung Kelud dan dekat dengan koperasi Susu di Pujon malang. Dengan menggunakan motor butut nya ayah saya selalu mengantar susu sebanyak 2 drum Susu masing-masing berisi 12 liter. Karena 1 sapi bisa menghasilkan susu sebanyak 12 liter tersebut!

Dengan bantuan sapi tersebut orang tua kami bisa menyekolahkan kami. Sedang hasil bertani lebih banyak di gunakan untuk makan dan memperbaiki rumah sederhana kami. Ibu saya di beri pelatihan gratis untuk membuat permen susu dan tahu susu. Semua biaya dari pemerintah.

Desa kami merupakan Desa teladan saat itu begitu juga SD kami adalah SD teladan sehingga sering tamu datang Dari LN dan yang paling saya ingat adalah dari Africa yang di dampingi oleh Pak Harto Sendiri. Mungkin beliau seorang kepala Negara karena saya masih terlalu kecil untuk mengetahui siapa beliau. Yang jelas pastilah seorang petinggi negara karena Bapak sendiri yang harus mendampingi. Dan ibu saya yang pernah tinggal di Singapura dan bisa Berbahasa Inggris selalu di panggil menjadi Penerima tamu bersama ibu-ibu lain yang rata-rata mudanya para bunga desa dan terkenal karena kecantikannya.

Desa kami begitu hidup masyarakat saling membantu dan rukun. Sistim Gotong Royong selalu di aktifkan oleh Pak Harto. Ketika kami membangun rumah tidak perlu biaya terlalu besar untuk membayar tukang karena selalu tetangga kami bergantian datang membantu. Ibu-ibu PKK selalu aktif mengadakan kegiatan begitu pula Karang Taruna (wadah Pemuda Desa) mendapat pelatihan gratis dari pemerintah secara berkala. Desa kami aman tidak pernah ada perampokan meskipun banyak tetangga kami yang kaya. Karena Hansip ada di setiap Desa ronda malam pun selalu aktif!

Ketika saya merenung apa yang terjadi di masa sekarang dan bagaimana pemerintahan setelah masa reformasi barulah saya sadari betapa hebatnya orde baru. Orde Baru adalah masa ke Emas an Indonesia dimana Indonesia sangat disegani di mata dunia! Tentara tentara kita selalu hadir menjadi tentara perdamaian PBB.

Meskipun Pak Harto tidak bisa berbahasa Inggris tetapi Gestur Tubuh beliau menunjukkan kecerdasan beliau. Sehingga beliau di segani di mata Dunia. Tidak ada Negara yang berani menghina Indonesia apalagi berkasak-kusuk seperti saat ini.

Pak Harto adalah seorang yang sangat ngopeni rakyatnya.Beliau tidak mau rakyatnya kekurangan gizi maka beliau bentuk berbagai macam program yang berpihak kepada rakyat kecil.

Ide ide beliau sangat Brilian. Pak Harto lah pembentuk karakter bangsa! Beliau lah yang mencetak orang-orang seperti saya. Bukan hanya gizi yang beliau pikirkan tapi juga akhlak dan moral masyarakat.

Tidak banyak perampok maling dan pencopet di masa pak Harto krn beliau sangat tegas dengan hukumannya. Tidak ada Narkoba yg beredar bebas seperti saat ini. Negara aman dan tentram.

Diantara Ide brilian beliau adalah memasyarakatkan 4 sehat 5 Sempurna. Sangat berbeda dengan Presiden Jokowi yang justru memaksakan rakyatnya untuk makan tempe seharga 3.500 untuk 3 hari. Rakyat di paksa untuk menerima keadaan yang tidak mungkin.

Pak Harto juga pencetus Koperasi yang idenya diambil dari budaya gotong royong.Tapi sayamg saat ini justru ribuan koperasi tutup karena pemerintah tidak perduli!

Pak Harto juga sebagai pencetus Butir-butir Pancasila. Sehingga kami memahami apa itu Pancasila.
Kami dipaksa untuk menghapalkan butir butir Pancasila dan mengamalkannya. Yang pada saat ini baru saya sadari itulah sejatinya beliau membentuk moral kami menjadi orang yang cinta Tanah Air, Hormat kepada Pahlawan! Hormat kepada Guru guru kami,hormat kepada Orang Tua.Menghargai antar Pemeluk Agama dan antar Suku.

Membentuk kami menjadi pribadi yang tangguh. Yang tidak cengeng dengan keadaan.Serta taat kepada Agama yg kami anut.

Bandingkan dengan pemimpin negara saat ini yang sama sekali 0 program buat masyarakat. Jangankan membentuk karakter masyarakat Presiden justru membentuk relawan untuk melindungi jabatannya. Presiden justru mengajak relawan untuk berani berantem dengan masyarakat yang kritis terhadap pemerintah. Presiden juga bertutur kata yang tidak sopan seperti Sontoloyo, Gendruwo dan tak Tabok! Bagaimana murid mau menghargai guru! Menghargai orang tua menghagai yang berbeda lawong presidennya saja ngajari berantem! Moral anak-anak sekarang sudah warning! Narkoba ber ton ton masuk dg mudah ke Indonesia. Jika yang demikian pemerintah tidak bisa mengatasi lantas apa gunanya ada Pemerintah?

Pak Harto Selalu ada ditengah masyarakat petani karena beliau memang sangat konsen dengan ketahanan pangan. Karena tanpa kemandirian pangan mustahil bangsa Indonesia bisa kuat! Tentara kita bisa kuat anak-anak kita bisa cerdas. Hingga surplus beras pun tercapai! Indonesia bisa meminjamkan beras ke Vietnam dan Africa.

Tapi apa yang terjadi sekarang Presiden justru tidak berdaya terhadap tingkah laku Mendag yang besar-besaran Import beras di saat panen raya. Padahal sebelum Bapak Jokowi menjabat beliau pernah ber orasi bahwa beliau sedih karena Indonesia Import pangan padahal sawah kita luas. Tapi saat ini justru Hampir semua bahan pokok di Import!

Pak Harto juga yang punya program Transmigrasi selain bertujuan memberi lahan gratis kepada rakyat yang tidak mampu tetapi juga bertujuan menyatukan rakyat yang bereda suku agar menyatu dan saling kenal. Program Transmigrasi setiap KK di beri tanah 2 Hektar dan di beri jatah beras Lauk pauk dan sedikit uang saku selama 1 tahun dan sudah disediakan rumah panggung di setiap lokasi yang di tuju. Pak Harto
mengajarkan pada masyarakat agar mau babat hutan seperti kakek-kakek kami terdahulu. Supaya masyarakat tidak malas. Hasil tebangan kayu hutan boleh di ambil atau di jual oleh para trasmigran. Dan saat ini sudah banyak yang merasakan hasil dari jerih payah Pak Harto mengatur Rakyatnya. Sudah banyak masyarakat Jawa Bali NTT & NTB yang memiliki kebun dan hidup beranak pinak di daerah baru tersebut.

Bandingkan dengan Pemerintah sekarang yang justru menjual hutan hutan tersebut untuk para cukong dan menjadikan rakyatnya sebagai buruh!

Dan Pak Harto tidak ada pajak bagi pedagang kecil dan pengusaha kecil. Pajak PBB pun sangan kecil nilainya. Di saat dollar hanya 1000 rupiah harga beras hanya 300 rupiah harga minyak tanah 300 rupiah bensin 400 rupiah. Bandingkan dengan harga-harga sekarang beras pun sudah hampir 1 dollar. Di masa pak Harto kerja 1 hari bisa untuk makan 3 hari. Sedang saat ini kerja 1 bulan hanya cukup untuk 2 minggu.

Jika ada yang bilang di zaman pak Harto tidak bisa beli televisi dan sepeda motor. Tapi sekarang rakyat bisa punya semua itu termasuk gadget.

Baiklah mari kita berhitung. Bisa memiliki televisi dan kendaraan apakah itu ukuran Makmur? Di zaman pak Harto kita tidak bisa beli televisi dan motor karena teknologi nya masih baru belum banyak di produksi sehingga terbilang mahal saat itu. Harga televisi saat itu berkisar 500 rb keatas jika kita kurs kan dengan dollar artinya harga televisi kecil 20 inchi kira-kira 500 usd jika di kurs kan uang sekarang kisaran 7.5jt rupiah sedang kebutuhan hidup kita saat itu dengan gaji 100.000 saja sudah bisa makan 1 bulan.

Tapi bandingkan dengan harga pangan zaman sekarang gaji anda 5-7 juta tapi harga Televisi flat terbaru hanya 2jt tv tabung hanya 1 juta. Tetapi gaji anda habis bahkan kadang tidak cukup untuk hidup 1 bulan saja.

Pak Harto juga yang memanggil BJ Habibie pulang ke Indonesia untuk membangun PT Dirgantara. Seandainya beliau tidak di lengserkan tentulah saat ini kita sudah punya produksi pesawat sendiri yang pertama di Asia!

Jika beliau di katakan otoriter dan tidak demokrasi semata-mata karena beliau paham betul PKI masih bergentayangan di bumi ini dan bisa menghancurkan bangsa ini jika di beri ruang. Terbukti pada masa-masa di mana PKI bebas mereka selalu membuat teror bagi umat islam karena mereka membenci agama terutama Islam dan Ulama banyak yang di bunuh puncaknya ketika 7 Jendral mereka kubur hidup-hidup di lubang buaya. China dan keturunannya tidak mempunyai ruang di negeri ini karena pak Harto tau mereka kaum opportunities yang hanya mementingkan pribadi dan golongan mereka dan tidak perduli terhadap Masyarakat. Tetapi beliau menghargai Keturunan china yang Nasionalis terbukti beliau mengambil Prabowo sebagai menantu! Anak dari seorang Ekonom Soemitro keturunan Tionghoa yang akhirnya menjadi Mualaf. Tidaklah mungkin beliau mengambil Prabowo Subianto sebagai menantu jika Prabowo bukan seorang yang berkualitas! Meskipun kemudian Prabowo di usir dari cendana karena fitnah an Wiranto yang telah beliau bantu menjadi Kasad hingga Menteri.

Lantas bagaimana dengan rezim sekarang yang selalu teriak demokrasi terbuka Pancasilais dan cinta kebhinekaan. Kenyataan justru berbalik dari yang mereka ucapkan! Saat ini pemerintahan lebih otoriter daripada zaman orba. Semua media di larang memberitakan kebaikan oposisi dan diancam! Masyarakat yang vocal dan kritis terhadap pemerintah di tangkap tidak perduli laki-laki maupun perempuan! Ulama ulama di persekusi bahkan sampai ada yang di bunuh! Umat muslim yang tidak pro pemerintah di katakan Radikal dan anti Pancasila! Masyarakat justru di pecah belah dan di adu domba. Yahudi bebas mengibarkan bebderanya di Papua. Shiah bebas membangun masjid. Hal yang tidak mungkin terjadi di masa Orba.

Jika kalian mendengar isu mengenai Korupsi dan KKN di masa Orba tidak bsa di pungkiri itu ada dan terus ada pada masa setelah orba. Tetapi di banding dengan korupsi dan KKN saat ini jauh lebih parah dan terang-terangan. 30 th Pak Harto memimpin beliau tidak memberikan jabatan kepada Adik adiknya ataupun Anak kandungnya. Tapi begitu Jokowi naik maka Puan Maharani pun menjadi menteri tanpa kualitas seorang menteri! Semua jabatan menteri di berikan kepada orang-orang dekat Megawati. Begitu Juga BUMN lebih besar di berikan kepada kroninya yang tentu tidak mempunyai kapasitas sebagai Direktur ataupun komisaris. Hanya karena mereka dulu sebagai relawan Jokowi. Itulah sebab kenapa hampir semua BUMN bangkrut! Dan banyak yang sudah di jual! Lantas kemana uang hasil jual BUMN dan berhutang hingga 4000 Triliun itu? Padahal semua subsidi sudah di cabut? Benarkah uang sebesar itu hanya untuk Insfratruktur? Jika benar seharusnya semua Insfratruktur selesai dan gratis tidak perlu bayar karena rakyat sudah membayar hutang dengan kenaikan segala macam pajak! Lantas kenapa Jalan toll Pelabuhan dan Bandara masih juga dijual? Kemana uang yang begitu besar nilainya? Jika kalian ingin tau kebenarannya jangan jadikan Jokowi sebagai Presiden untuk yang ke 2 kalinya, Pasti semua akan terungkap!

Terlalu jauh kualitas pemimpin saat ini dibanding masa Orba.Sekarang tergantung pilihan kalian.Karena pemilu adalah Hak masing-masing. Dengan membaca tulisan saya ini saya berharap kalian para generasi muda bisa mengetahui bagaimana hidup di zaman Orde Baru.

Orang-orang yang dulu merasa terbelenggu dan yang Sekarang menyebarkan fitnah bahwa orde baru adalah masa yang kelam negeri ini. Sudah jelas mereka adalah bagian dari keturunan yang pada masa itu memang tidak di beri ruang berkembang karena telah berkhianat terhadap NKRI dan Pancasila

Masih banyak kebaikan pak Harto yang tidak bisa saya tulis semuanya. Beliau memang tidak sempurna tetapi beliau lah yang terbaik dari semua pemimpin yang pernah ada!

Wallahu A’lam bissowaf. Allah Maha pengampun dan Penyayang!

Yogyakarta, 30 November ’18
Monaliza Abidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: