Kisah, Memorial, Peninggalan, Tokoh

Kunjungi Lombok, Tommy Soeharto Panen Dukungan Ulama

 

SOEHARTONESIA.COM

Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto mendarat pukul 14.00 WIB di Bandara Internasional Lombok pada Sabtu 16 Maret 2019.

Ketua Umum Partai Berkarya tersebut mengunjungi pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangkaian kunjungan silahturahmi dengan pengasuh dan pimpinan beberapa pondok pesantren di pulau Lombok.

Selain melakukan silahturahmi dengan para ulama, Ketua Umum Partai Berkarya itu juga melakukan konsolidasi dengan pengurus, kader, dan caleg partai Berkarya se Nusa Tenggara Barat.

Usai bersilahturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Yatofa (Yayasan Taofadiliayah) di Lombok Tengah yang disambut hangat oleh Tuan Guru Haji M.Fadli Fadil Tohir selaku pimpinan pondok pesantren Yatofa, beserta pembina pondok dan para santri, Ketua Umum Partai Berkarya yang akrab disapa Tommy Soeharto itu pada malam harinya juga dijadwalkan menerima kunjungan pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Yadinu Rabithah Masbagik Lombok timur di hotel Golden Place, Mataram.

Berdasarkan informasi, Keluarga Besar Ponpes Yadinu Rabithah Masbagik Lombok Timur tersebut memang memiliki hubungan erat dengan mantan presiden Soeharto, bahkan Pondok Pesantren Yadinu Rabithah pada tahun 1980 mendapat bantuan pembangunan Gedung Induk Ponpes dan pada tahun 1984 adalah satu-satunya yang mendapatkan satu set Drumband langsung dari Pak Harto ( Bina Graha), serta pada tahun 1985 mendapat bantuan lima ruang kelas untuk SMA Yadinu bersama jenis bantuan lain diantaranya sarana Laboratorium dan peralatan belajar mengajar.

“Kami Keluarga Besar Ponpes Yadinu Rabithah Masbagik Lombok Timur, berkeinginan menjalin silahturahmi kembali dengan Keluarga Besar Pak Harto untuk membina Ponpes, karena ponpes ini juga berdiri atas Sumbangan dan Amal Jariyah langsung dari Pak Harto, dan pahalanya akan mengalir terus menerus kepada Almarhum selama kita keturunan nya menjaga Amal Jariyah tersebut,” ujar Ir. H.Husnuddin Achsyid, MM pimpinan Pondok Pesantren Yadinu Rabitah.

“Oleh sebab itu, kami keluarga besar Ponpes berkeyakinan dan mendukung Bapak Tommy Soeharto untuk kembali membawa kejayaan Indonesia seperti era kepemimpinan Bapak Haji Muhammad Soeharto,” ujar pimpinan Ponpes Yadinu Rabithah pada awak media.

“Alhamdulillah, kami bahagia rasanya ketemu dengan beliau (Hutomo Mandala Putra ) ucap Ustadz Irfan Lunggawa Kepsek MTs Yadinu,” yang saat itu juga hadir bersama Ustadz Nizar, Ustadz H. Jani , Ustadz Dedi dan Ustadz Ainun Najib Achsyid, yang mereka merupakan para pengasuh (kepala sekolah, serta wakil SMA dan SMP ) di Ponpes Yadinu Rabithah

Masih pada kesempatan yang sama, pimpinan Ponpes Yadinu itu juga mengatakan bahwa “Yadinu, ikhlas dan rela untuk dijadikan markas perjuangan mas Tommy Soeharto sebagai tempat mengingatkan masyarakat mengenai kejayaan Indonesia di era Pak Harto, khususnya di Lombok ini.”

“Alhamdulilah, tadi, sebelum kami berpamitan dengan pak Tommy, kami bersama-sama berdoa Al-fatihah yang kami khususkan kepada Alm Bapak HM Soeharto, semoga amal ibadah beliau di dunia senantiasa diterima sebagai amal jariyah di sisi-Nya.”( Red)

 

Berkarya, Sosial, Tokoh

Kunjungi Pondok Pesantren Yatofa, Ketum Partai Berkarya Sambung Silaturahmi

SOEHARTONESIA.COM,-Ketua umum Partai Berkarya , Hutomo Mandala putra, hari ini (Sabtu 16 Maret 2019) melakukan kunjungan ke pulau Lombok Nusa Tenggara Barat .

Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto mendarat pukul 14.00 WIB di Bandara Internasional Lombok. Ketua umum Partai Berkarya tersebut langsung menuju Hotel dan disambut para Kader dan Caleg partai Berkarya Provinsi Nusa Tenggara barat

Selain untuk melakukan konsolidasi dengan pengurus, kader, dan caleg partai Berkarya, putra mantan presiden Soeharto itu juga dijadwalkan akan melakukan silahturahmi dengan beberapa ulama terkemuka di pulau seribu masjid itu.

“Tujuan silahturahmi bapak Tommy Soeharto dengan ulama di pulau Lombok, terutama dengan pengasuh Pondok pesantren Yatofa yang berada di Kabupaten Lombok Tengah adalah untuk menyambung silahturahmi antara anak dengan anak,” ujar salah satu anggota rombongan saat dimintai keterangan.

“Kita ketahui, ayah dari pak Tommy Soeharto dengan ayah dari TGH .M Fadli Fadil Tohir memiliki hubungan emosional yang sangat dekat sehingga kehadiran pak Tommy ke pondok pesantren hari ini sebagai penyambung tali silaturahmi antara dua keluarga,” ujarnya menambahkan .

Pondok pesantren Yatofa (Yayasan Taofadiliayah )
Merupakan pondok pesantren yang memiliki ratusan ribu santri yang tersebar di seluruh Nusa Tenggara Barat, dan pertemuan antara dua tokoh tersebut tentunya akan berdampak positif bagi langkah Partai Berkarya dalam pemilu 2019 ini.

Menurut TGH M. Fadli Fadil Tohir, pimpinan pondok pesantren Yatofa, “bahwa pertemuan hari ini adalah pertemuan yang luar biasa sekali, bahkan beliau secara pribadi mendaulat diri akan senantiasa mendukung langkah-langkah politik Tommy Soeharto, dan memilih Partai Berkarya pada pemilu 2019 ini. (Red)

Apresiasi, Sosial, Ulasan

HMS Indonesia : Hentikan Kebiadaban Pada Umat Muslim

Peristiwa demi peristiwa memilukan terhadap kaum muslim seakan tiada habisnya, bertubi-tubi pembantaian dilakukan oleh oknum-oknum yang memiliki sudut pandang dan pemahaman keliru terhadap umat muslim .

Bahkan antar sesama umat lainnya, padahal dalam konvensi Geneva 1966 yang menghasilkan Memorandum Of Understanding tentang Kesetaraan Hak, Kebebasan/Demokrasi dsb, telah disepakati dalam Memoar yang bernama Piagam PBB.

Yang kemudian dilanjutkan lebih dalam dan detail di Konvensi Wina Austria 1993 yang lebih spesifik mengenai Hak Azazi Manusia.

Namun seakan tidak ada habisnya peristiwa Pelecehan, Diskriminasi, hingga Pembantaian terhadap Umat Muslim terus saja dilakukan setelah Rohingnya, Uyghur Myanmar dst hingga Christchurch Selandia Baru yang notabene termasuk sebuah negara dengan tingkat pemahaman sosial, budaya, ilmu teknologi dsb yang tergolong tinggi, peristiwa pembantaian manusia yang menelan korban jiwa kurang lebih 50 Umat Muslim yang dibantai justru pada saat mereka tengah melakukan ibadah jum’at, dan pelaku pembantaian pun adalah seorang warga negara Australia sebuah negara yang kerap mendengung-dengungkan HAM dan Kesetaraan serta Anti Rasis yang kerap kali selalu ikut campur permasalahan dalam negeri bangsa lainnya dengan mengatasnamakan HAM,

Demokrasi dsb tapi jauh dari fakta dan nilai-nilai serta alasan yang selalu menjadi jargonnya.
Hal ini menunjukan sebuah bukti bahwasannya justru mereka yang Anti Demokrasi, Rasis, Kolonialism dsb.

We are from HMS Indonesia Organization, strongly condemn the massacre of Muslims that took place in the New Zealand Christchurch by a suspect called the Brenton Tarrant, this is a heartbreaking thing that happens in a beautiful and peaceful country like New Zealand, a program that is very devastating and interconnecting between fellow believers who have been agreed together through the United Nations charter at the Geneva Conference.

Our prayers for the victims, hopefully this will be a fuser of all mistakes, and given the most beautiful place in heaven, then the families of the victims returned, hopefully given patience and patience in receiving this heartbreaking news.

For the New Zealand Government, we hope that the conditions and governance in the country can be restored and normal as before.
Greetings from us, Indonesian Muslims.

Best our regards,

Tokoh, Ulasan

Tommy Soeharto : Penembakan Masjid di Selandia Baru , Mencederai Rasa Kemanusiaan

SOEHARTONESIA.COM,- Dunia kemanusiaan kembali berduka. Kali ini terjadi aksi terorisme-terorisme berupa penembakan di masjid New Zealand.  Aksi berutal yang menyebabkan 40 orang meninggal dunia itu, mendapat kecaman dari banyak pihak

“Penembakan yang terjadi di dalam Masjid itu sangat mencederai rasa kemanusiaan, dan siapapun pelaku teror itu jelas-jelas adalah musuh kita bersama,” ujar Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra saat dihubungi melalui sambungan Telepon.

“Aparat setempat harus mengusut tuntas siapa pun pelaku, serta mendalami dengan tuntas, siapa di balik aksi keji itu, karena tindakan yang sangat brutal terhadap umat Islam itu jelas-jelas merupakan kejahatan kemanusian,” ujarnya menambahakan.

“Saya pribadi, dan keluarga besar Partai Berkarya, mengecam keras atas kejadian penembakan tersebut, serta menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban serta keluarga korban, semoga senantiasa diberi ketabahan.”

Masih melalui sambungan telephon, ketua umum Partai Berkarya itu juga menghimbau khususnya kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa dapat menahan diri, mampu menilai dengan jernih terkait penembakan yang terjadi di New Zealand tersebut, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang justru pada akhirnya akan memunculkan konflik di dalam negeri kita sendiri. (Red)

Berkarya, Opini

Urgensi Keterwakilan Perempuan

 

Selama dua kali pemilu sejak ditetapkannya
UU No. 2 Tahun 2008 yang memuat kebijakan mengharuskan partai politik menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30%, jumlah perwakilan perempuan di parlemen belum terpenuhi.

Namun tentunya pemenuhan kuota 30 persen itu tidak hanya untuk menandingi caleg laki-laki secara kuantitas, tetapi Lebih dari itu, keterwakilan perempuan di parlemen memiliki urgensi tersendiri dalam konteks proses pembangunan yang ada, terutama, untuk mengakomodir kepentingan kaum perempuan.

Menurut Raslinna Rasidin, ditemui saat melakukan kegiatan belusukan di kecamatan Koja Jakarta Utara : “keterwakilan perempuan yang proporsional pada wilayah-wilayah pengambil dan pembuat kebijakan sangat penting fungsinya, dikarenakan yang paling mengerti mengenai persoalan perempuan tentuny ya adalah perempuan itu sendiri.”

Caleg DPR-RI dari partai Berkarya Untuk Daerah Pemilihan DKI 3 : Jakarta Utara, Barat dan Kepulauan Seribu itu juga menambahkan,
“dengan jumlah populasi perempuan yang besar, representasi perempuan sudah seharusnya besar pula, supaya bisa berbicara atas nama perempuan, sehingga secara otomatis dapat memajukan kepentingan perempuan dengan porsi yang adil,” ujarnya.

“Selain itu, kegiatan-kegiatan sosial terkait kepentingan anak sangat membutuhkan kepekaan seorang perempuan, sehingga dengan kepekaan itu, masalah-masalah sosial terkait anak dapat dibahas dengan tajam di parlemen,” ujar Raslinna, artis yang juga aktivis perempuan itu, mengakhiri pembicaraan dan melanjutkan belusukannya.