Opini

Janji Jokowi? Ahh, Sudahlah!

Oleh : H. ANHAR, SE.
———-

SOEHARTONESIA – Setelah beberapa hari yang lalu mahasiswa melakukan demonstrasi, hari ini giliran jutaan Guru Honorer di berbagai daerah melakukan hal yang sama.

Mengapa? Tentunya ada ketidak adilan yang mereka rasakan. Demonstrasi mogok kerja para Guru kategori II atau honorer K2 itu memprotes aturan terkait batas umur seleksi penerimaan CPNS 2018.

Kita ketahui bahwa pemerintah telah menetapkan batas usia 35 tahun bagi Guru honorer untuk bisa diangkat menjadi PNS. Sedangkan, banyak dari mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun, sehingga jika dihitung dengan usia mereka saat ini maka tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat sebagai PNS.

Kemudian, apa mereka akan terus menjadi Guru honorer? Padahal, mereka juga sudah menunjukkan kesungguhannya sebagai orang yang mengabdi di bidang pendidikan dan modal pengalaman mendidik jelas telah mereka kantongi.

Kita masih ingat, Presiden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa tahun 2018 bakal dilakukan rekrutmen CPNS baru yang akan dilaksanakan secara bertahap. Janji Jokowi itu disampaikan di hadapan 30 ribu lebih guru di Stadion Patriot Kota Bekasi dalam rangka HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 lalu.

Jokowi mengatakan bahwa “Guru yang sudah mengabdi lama, memenuhi kompetensi dan kualifikasi harus diutamakan,” janji Jokowi kala itu.

Janji Jokowi? Ahh sudahlah!!

Banyak sekali fakta atau juga kisah pilu mengenai bagaimana kehidupan Guru Honorer. Saya membaca pada media online bahwa demi mencukupi kebutuhan hidup mereka, banyak dari mereka yang bekerja menjadi kuli bangunan, pekerjaan-pekerjaan kasar yang terpaksa mereka lakukan karena honor yang mereka terima per bulannya pun sangat kecil.

“Masih mending jika kecil lalu tepat tiap bulannya, pak. Bahkan tak jarang mundur hingga 2,3, bulan,” ujar seorang Guru Honor di daerah Banten kepada saya.

Sedangkan disisi lain, saat ini saya melihat ada peluang kerja di sektor swasta yang sedang membangun berbagai proyek ambisius infra struktur. Seharusnya, dengan adanya proyek itu maka akan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Namun anehnya, malah justru dipenuhi ratusan ribu tenaga kerja asing, miris.

Bagi saya, sebagai solusi sementara pemerintah harus memulai memikirkan untuk menetapkan standar upah yang layak bagi para Guru Honorer ini.

Kita tentu sangat yakin bahwa para guru yang mendidik anak-anak kita tentu bekerja dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tapi kita juga harus menyadari, bahwa mereka juga mempunyai beban untuk memenuhi kesejahteraan pribadi dan keluarga mereka. Bukankah begitu pak, Jokowi?

1 thought on “Janji Jokowi? Ahh, Sudahlah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: