Apresiasi, Sosial, Ulasan

HMS Indonesia : Hentikan Kebiadaban Pada Umat Muslim

Peristiwa demi peristiwa memilukan terhadap kaum muslim seakan tiada habisnya, bertubi-tubi pembantaian dilakukan oleh oknum-oknum yang memiliki sudut pandang dan pemahaman keliru terhadap umat muslim .

Bahkan antar sesama umat lainnya, padahal dalam konvensi Geneva 1966 yang menghasilkan Memorandum Of Understanding tentang Kesetaraan Hak, Kebebasan/Demokrasi dsb, telah disepakati dalam Memoar yang bernama Piagam PBB.

Yang kemudian dilanjutkan lebih dalam dan detail di Konvensi Wina Austria 1993 yang lebih spesifik mengenai Hak Azazi Manusia.

Namun seakan tidak ada habisnya peristiwa Pelecehan, Diskriminasi, hingga Pembantaian terhadap Umat Muslim terus saja dilakukan setelah Rohingnya, Uyghur Myanmar dst hingga Christchurch Selandia Baru yang notabene termasuk sebuah negara dengan tingkat pemahaman sosial, budaya, ilmu teknologi dsb yang tergolong tinggi, peristiwa pembantaian manusia yang menelan korban jiwa kurang lebih 50 Umat Muslim yang dibantai justru pada saat mereka tengah melakukan ibadah jum’at, dan pelaku pembantaian pun adalah seorang warga negara Australia sebuah negara yang kerap mendengung-dengungkan HAM dan Kesetaraan serta Anti Rasis yang kerap kali selalu ikut campur permasalahan dalam negeri bangsa lainnya dengan mengatasnamakan HAM,

Demokrasi dsb tapi jauh dari fakta dan nilai-nilai serta alasan yang selalu menjadi jargonnya.
Hal ini menunjukan sebuah bukti bahwasannya justru mereka yang Anti Demokrasi, Rasis, Kolonialism dsb.

We are from HMS Indonesia Organization, strongly condemn the massacre of Muslims that took place in the New Zealand Christchurch by a suspect called the Brenton Tarrant, this is a heartbreaking thing that happens in a beautiful and peaceful country like New Zealand, a program that is very devastating and interconnecting between fellow believers who have been agreed together through the United Nations charter at the Geneva Conference.

Our prayers for the victims, hopefully this will be a fuser of all mistakes, and given the most beautiful place in heaven, then the families of the victims returned, hopefully given patience and patience in receiving this heartbreaking news.

For the New Zealand Government, we hope that the conditions and governance in the country can be restored and normal as before.
Greetings from us, Indonesian Muslims.

Best our regards,