Piye Kabare

Penak Kerjo Jaman Itu Mas. Jamane Pak Harto, Kerjo Sik Ono Karen e

SOEHARTONESIA.COM

Bertepatan dengan kumandang adzan mahrib saya bersama rekan saya, Fransicus widodo, tiba di kota Batu Raja. Batu Raja salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Dari kota Palembang, jarak tempuh untuk sampaai kota Batu Raja kurang lebih 6 jam perjalanan dengan rata-rata kecepatan memacu kendaraan 50 maxsimal 60 km per jam.

Saya tidak punya cukup keberanian untuk memacu kendaraan terlalu kencang, kondisi jalan yang menghubungkan kota Palembang dengan Batu Raja tidak kesemuaanya mulus, dan kebetulan juga tidak ada hal yang membuat kami harus terburu-buru, amat rugi rasanya jika tidak menikmati perjalanan pertama kami menuju kota yang sama-sama belum pernah kami datangi.

Setengah perjalanan yang kami tempuh, hamparan kebun sawit dan karet, ribuan hektar, menjadi pemandangan indah yang juga secara otomatis menggambarkan betapa kayanya provinsi Sumatera Selatan itu.

Saya berani mengatakan, Kemungkinan besar anda akan berkesimpulan yang sama dengan saya jika anda pertama kali mengunjungi kota Batu Raja, kota kecil yang cantik, tertata apik, masyarakatnya pun sangat ramah.

Sebelum menuju penginapan, kami beberapa saat mengelilingi pusat kota, banyak bangunan lama yang masih terawat dengan baik di kota ini, kawasan pertokoan tertata rapi, semacam kawasan Pecinan kota tua di beberapa kota di Jawa timur. Keragaman masyarakat di kota Batu Raja begitu terasa, kalau boleh saya katakan, bahkan atmosfir yang saya rasakan beberapa saat awal memasuki kota ini serasa di jawa saja, sama persis dengan apa yang dirasakan mas Dodo, rekan saya.

Bahasa jawa umum digunakan disini mas, berucap pemilik warung kepada kami, “la wong aku iki asli Kediri kok mas, wong tuwo ku (orang tua saya) dulu transmigrasi ke daerah sekitar kota Batu Raja iki, jaman e pak Harto”
Oalah, yo pates ae mas, saya menimpali. Piye mas, akeh sing sukses yo, tambah mas Dodo menayakan.

Alhamdulilah mas, yo kehidupan jauh lebih baik lah mas, anak, cucune bapak bisa kuliah semua ya dari hasil transmigrasi, dan kami bisa punya kebun sendiri, setidaknya begitu lah gambaran sederhananya mas.

Wah, berarti program transmigrasi pak Harto sukses ya mas?

Iya mas, kalau bagi kami, warga transmigrasi, tentunya kami sangat berterima kasih sama pak Harto mas, karena beliaulah kami bisa seperti sekarang ini, ujarnya.

Saya juga ngalami masa itu mas, memang lebih enak, kerja memang hasile titik (dikit) tapi opo-opo murah, jadi sek ono karen e (masih ada sisanya ) ndak kayak saiki (sekarang) duit sebutanne akeh (Sebutanya banyak) , juta, tapi jarang bisa nabung, hasil kerja ndak ono (tidak ada) sisane, kebutuhan mahal semua, ya untung aja selain kerja jualan ini, masih ada kebun yang hasil e bisa buat benteng pertahanan.

Reflek, saya menatap mas Dodo, kami tertawa berbarangan, bapak pemilik warung heran.

Faktanya, memang demikian yang banyak dirasakan masyarakat kita, mereka tidak perlu beretorika berbuih-buih, mereka tidak terpengaruh penggiringan opini pelanggaran HAM lah, keterkekangan dalam kebebasan bersuara lah, mereka riil berbicara berdasarkan apa yang mereka rasakan, bicara dengan hati dan rasa.

Tentunya kepuasan masyarakat semacam itu adalah hasil dari kerja sukses pemerintahan Orde baru, pemerintah yang bukan hanya berslogan kerja.. kerja..kerja.. tetapi lebih dominan bermuatan pencitraan belaka, kerja yang menghasilkan karya untuk diwariskan sehingga dapat terus dikenang rakyatnya.

“Piye le, sik kepenak jaman ku tho”? Kata pak Harto.

Malam makin larut, cuaca kota Batu Raja cukup dingin, usai menikmati suasana, makan dan juga kopi-kopi cakep di salah satu dari banyak warung tenda yang tertata rapi tersebar di seputaran alun-alun kota Batu Raja, kami memutuskan untuk menuju penginapan, sesuai jadwal, esok kami akan bertemu beberapa rekan untuk mengerjakan beberapa hal di Batu Raja, kami butuh istirahat, karena kemudian setelah menyelesaikan pekerjaan di kota ini kami akan lanjut ke kota Musi Banyuasin, satu lagi kabupaten di Sumatera Selatan.

 

Okky Ardiansyah
@Paidi_TM
#MerayapiSumsel