Opini, Sosial, Tokoh

Raslina Rasidin : Caleg Perempuan Harus Lebih Extra Terjun ke Masyarakat

 

SOEHARTONESIA.COM

Meski representasi di ranah politik praktis sudah didorong sedemikian rupa melalui berbagai kebijakan, keterwakilan perempuan di lembaga legislatif masih belum dapat tercapai.

Jika mengacu pada hasil Pemilu 2014, di tingkat DPR pusat, keterwakilan perempuan hanya mencapai 17.32% atau 97 perempuan dari 560 anggota menduduki jabatan legislatif. Begitu pula di DPRD pun kota, statistik-nya tidak jauh berbeda.

Hal tersebut menjadi perhatian khusus bagi partai Berkarya yang pada pemilu 2019 ini memasang target tinggi untuk mendudukkan kadernya di kursi legislatif.

Raslina Rasidin, Caleg DPR-RI dari Partai Berkarya, untuk Daerah Pemilihan DKI III Jakarta mengatakan, tentunya dalam menyikapi hal tersebut para Caleg perempuan harus mampu bekerja exstra untuk melakukan sosialisasi di masyarakat.”

Ditemui di sela acara diskusi terbatas Caleg perempuan partai Berkarya, ia menambahakan, bahwa “kehadiran perempuan di ranah politik praktis harus-lah dibuktikan dengan keterwakilan perempuan di parlemen, karena syarat mutlak bagi terciptanya kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan haruslah melibatkan perempuan dalam jumlah proposional.”

Ia mengatakan juga, “oleh sebab itu para Caleg perempuan tidak lagi bisa hanya bekerja dengan mengandalkan tim sukses untuk melakukan sosialisasi, tetapi mutlak harus langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam memaparkan visi misinya, sehingga masyarakat betul-betul merasa ada kedekatan dengan caleg yang akan dipilihnya.”

“Hal tersebut yang nantinya akan meningkatkan nilai tawar Caleg perempuan untuk memenangkan hati pemilih, sehingga tercapailah target keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.”

“Para Caleg tidak bisa lagi hanya mengandalkan rumus deret hitung deret ukur, pemetaan suara kemudian menyebar baliho, spanduk dan sebagainya, lalu merasa sudah bekerja dan layak dipilih.”

Ia, Raslina, mengatakan demikian karena kecenderungan ini banyak sekali terjadi, khususnya bagi para Caleg perempuan.

“Oleh sebab itu, ia menekankan kepada Caleg perempuan partai Berkarya untuk sungguh-sungguh memahami berbagai masalah, tidak hanya yang berhubungan dengan Ekonomi Kerakyatan saja, tetapi juga masalah sosial terkait perempuan, anak, lansia, dan hal itu juga harus mereka sampaikan kepada masyarakat secara langsung,” tutupnya. (Ardi)

Opini, Tokoh

Caleg Perempuan Berkarya di Dapil Neraka

SOEHARTONESIA.COM

Nama-nama politikus terkemuka bakal berlaga di Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg) 2019. Sejumlah kawasan seolah menjadi daerah pemilihan (dapil) neraka karena mempertemukan sejumlah nama besar untuk memperebutkan kursi Senayan.

Sebut saja dapil DKI III, dapil ini bagi politisi juga dianggap sebagai ‘dapil neraka’. Dapil DKI III meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu. Selain masyarakatnya yang heterogen dapil 3 DKI adalah barometer kemenangan bagi partai-partai sehingga tokoh dan politisi gaek sengaja diterjunkan partai untuk berlaga di dapil tersebut

Sederet nama anggota dewan juga maju lagi lewat Dapil DKI III, antara lain politikus senior Yusril Ihza Mahendra. Ketua Umum PBB ini juga ada di nomor urut 1. Charles Honoris (PDIP), Effendi Simbolon (PDIP), dan Ahmad Sahroni (NasDem), juga Abraham Lunggana (Lulung) yang kini maju dari PAN.

Di jajaran nama baru ada Raslina Rasyidin, Partai Berkarya. Artis yang juga aktivis perempuan ini turut berlaga untuk meraih suara di dapil 3 DKI (dapil neraka). Partai Berkarya, Partai baru besutan Tommy Soeharto itu memang sejak awal pasang target tinggi untuk mengincar kursi legislatif, sehingga tentunya akan totalfootball untuk memenangkan kadernya.

“Berdasarkan hasil survey, dapil 3 DKI memang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi, disebabkan masyarakatnya yang heterogen, namun saya yakin bahwa saat ini masyarakat kita adalah masyarakat dengan kualitas pemahaman demokrasi yang baik, sehingga masyarakat tentunya akan menentukan pilihan dengan cermat,” ujar Raslina Rasyidin saat diwancarai redaksi (Rabu, 19 September 2018)

“Kami, di Partai Berkarya memandang khususnya untuk Dapil DKI 3, beberapa priode ini justru terjadi kemunduran. Dari 8 kursi yang diperebutkan belum ada wakil perempuan, sedangkan 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen sebagai wakil rakyat adalah salah satu upaya nyata untuk meningkatkan peran perempuan dan hal inilah yang akan kami perjuangkan, “ujarnya.

“Fakta yang tidak bisa kita pungkiri, bahwa 98 persen permasalahan-permasalahan terkait anak dan perempuan seperti tingkat kematian ibu melahirkan, gizi buruk, kekerasan dalam rumah tangga, human traffiking, pendidikan dan kesehatan terhadap anak, semua kegiatan terkait penanganannya dilakukan oleh perempuan, sehingga keterwakilan perempuan di parlemen untuk memperjuangkan kepentingan perempuan menjadi hal mutlak, dan masyarakat sangat mengerti mengenai hal itu,” ujarnya menambahkan.

“Jika dikatakan persaingan di dapil DKI 3 akan ketat karena banyak figur tokoh dan politisi gaek, iya, tetapi saya meyakini bahwa masyarakat akan memilih berdasarkan pengamatan bagaimana Integritas Sosial caleg yang akan dipilih. Sehingga point pentingnya, masyarakat akan menilai bagaimana kepedulian seorang caleg terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutupnya. (Red)

Raslina Rasyidin
Tokoh

Alwiyah Ahmad, Pelopor ” Saya Sahabat Anak ” Hadiri Indonesia Internasional Book Fair 2018

SOEHARTONESIA.COM

Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), didukung oleh Badan Kreatif Indonesia (Bekraf), kembali menggelar Indonesia International Book Fair (IIBF) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), mulai tanggal 12 sampai 16 September 2018. Pameran buku bertaraf internasional ini diikuti oleh puluhan penerbit dari 17 negara.

Pada kesempatan disela pembukaan acara pameran ini Sahabat Alwiyah Ahmad berbincang dan berfoto bersama dengan Mr. Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi Duta besar Arab Saudi, dan negara negara lain seperti Australia, Singapura, Malaysia, China.

ICRA Pameran Produk Interior & Kriya Unggulan Indonesia 2018
Dari kearipan lokal menuju Trend pasar Global salah satu galeri batik jawa natural indigo batik by Nita for contemporary fashion dan interiors dari ICRA (Interiors & Craft) diikuti dengan banyak stand yang menampilkan beraneka produk kreatif seperti batik tenun, songket, fashions, interiors seperti dekorasi rumah, Kimono Panjang produksi kyoto koueikai dari Jepang.

Suatu kehormatan untuk Sahabat Alwiyah Ahmad kali ini dapat berkesempatan Berbincang dengan Bapak Triawan Munaf selaku Chairman, di Indonesian Agency for Creative Ekonomi (BEKRAF) untuk mengetahui bagaimana mengedepankan para pelaku usaha dibidang fashion lebih besar untuk export keberbagai Negara. Hadir juga bersama Ibu Dewi Motik Pramono .sahabat WISE Santy Mia Sipan, bersama Alwiyah Ahmad di pembukaan pamaren Tersebut. (Red)

Aiwiyah Ahmad